Agung Presatwan

Agung Presatwan
perawat

Saturday, 2 August 2014

Asuhan Keperawatan Jiwa


Disusun :
Agung prestawan setikes surya global yogyakarta

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN TN.A USIA 67 TAHUN
A.     PENGKAJIAN
1.      Identitas Pasien
Nama                           : Tn. A
Umur                            : 67 tahun
Jenis kelamin                : Laki-laki
Alamat                         : Bantul
Agama                         : Islam
Pendidikan                   : SMP
Pekerjaan                     : Wiraswasta
Tanggal dirawat            : 11 Juni 2014
Tanggal pengkajian       : 12 Juni 2014
Diagnosa medis            : Demensia
Penanggung jawab        : Tn. B
2.      Alasan MRSJ
Tn. A dibawa keluarganya ke Rumah Sakit Jiwa karena mengalami gangguan memori dan orientasi. Keluarga mengatakan klien sulit mandi, berpakaian, dan toileting serta sering lupa jalan pulang apabila bepergian. Tn.A juga sering tersinggung dan mudah marah.
3.      Factor Predisposisi
Keluarga mengatakan bahwa pasien belum pernah mengalami gangguan jiwa. Dan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan pasien. Pasien punya riwayat hipertensi
4.      Pemeriksaan Fisik
·        TTV; TD: 160/90, N: 75 x/mnt, S: 37 ˚C, RR: 24 x/mnt
·        Ukur; BB: 47 kg, TB: 160 cm
·        Pemeriksaan Fisik:
Ø  Kepala
Bentuk kepala simetris, warna rambut memutih/ beruban, keadaan rambut rontok, kulit kepala kotor dan bau.
Ø  Mata/penglihatan
Ketajaman penglihatan klien kabur, sclera putih dan jernih. Refleks pupil sama besar, dan bereaksi terhadap cahaya,  konjungtiva anemis, lapang pandang kurang jelas, penglihatan klien terasa kabur apabila tidak menggunakan kacamata.
Ø  Hidung/penciuman
Bentuk simetris, fungsi penciuman klien kurang baik.
Ø  Telinga/pendengaran
Tidak terdapat lesi, fungsi pendengaran kurang baik, tidak ada nyeri, tidak menggunakan alat bantu pendengaran.
Ø  Mulut/pengecap
Bibir simetris, kelembaban baik, mukosa pink, gigi kurang bersih, ada caries, gigi tidak lengkap, kaadaan gusi kurang baik, tidak ada peradangan. Fungsi mengunyah kurang baik, fungsi pengecap tidak begitu baik, fungsi bicara kurang jelas, bau mulut, refleks menelan juga kurang baik.
Ø  Dada/pernapasan
I : bentuk dada simetris, kwalitas nafas cepat, klien tidak ada batuk dan tidak        menggunakan alat bantu pernapasan
P : tidak terdapat tonjolan
P : perkusi dada resonan
A : suara napas vesicular
Ø  Kardiovaskuler
I :  simetris
P : Ictus kordis teraba.
P : Perkusi terdapat bunyi pekak
A : Bunyi jantung normal Lub Dub (tidak ada bunyi tambahan)
Ø  Abdomen
I : Tidak terdapat lesi, tidak ada asites
A : Bising usus normal ( 10 x /menit )
P : Tidak teraba masa.
P : Tympani
Ø  Muskuloskeletal
Kekuatan otot klien  4 dan terdapat kaku sendi, gaya berjalan klien lambat.  klien tampak menggunakan tongkat
4444
4444
4444
4444
 Ket: dapat gerak dan dapat melawan hambatan yang ringan.
Ø  Keadaan neurologi
Penciuman pada klien terganggu N.1 (olfaktorius), penglihatan klien terganggu  N. II  (optikus),  refleks menelan klien terganggu N. V (trigeminus), dan pengecap klien terganggu N. XII (hipoglosus) serta untuk pendengaran klien masih agak normal N. VII (koklearis).
Ø  Integumen/kulit
Warna kulit telinga luar sawo matang, tekstur keriput, keadaan kuku klien tampak kotor.
5.      Psikososial
a.       Genogram


Keluarga klien mengatakan bahwa anggota keluarga klien tidak pernah menderita penyakit yang  sama separti klien dan juga tidak pernah menderita penyakit penyakit lainnya.
b.      Konsep diri
Konsep diri klien tampak menurun karena faktor usia dan merupakan proses penuaan.
c.       Hubungan social
Hubungan klien dengan keluarga / kerabat kurang baik, hubungan klien dengan penghuni lain kurang baik, hubungan dengan petugas kurang baik. Dikarenakan klien mengalami gangguan memori dan orentasi sehingga klien kurang berintraksi sosial dengan baik.
d.      Spiritual
klien menganut agama islam, klien tampak sering sholat dan sering berdoa.
6.      Status Mental
a.       Penampilan
Penampilan tidak rapi
b.      Pembicaraan
Inkoheran
c.       Aktivitas Motorik
Gelisah
d.      Afek
Tumpul
e.       Interaksi selama wawancara
Tidak kooperatif, mudah tersinggung
f.        Persepsi
-
g.       Tingkat kesadaran
Orientasi W T O klien jelek, kurang baik karena konsentrasi yang menurun sehingga klien mengalami penurunan daya ingat  dengan nilai 11 (berat) menyebabkan klien sulit melakukan aktifitas dan devisit keperawatan diri
h.       Memori
Memori klien pendek, klien tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi dalam minggu terakhir karena klien sering kali lupa jalan pulang bila sedang berpergian. Bahasa klien kurang jelas  dan kurang dipahami oleh orang lain.
7.      Kebutuhan Persiapan Pulang
a.       Nutrisi cairan / makanan
Nafsu makan klien menurun, jumlah makan klien 3x sehari, jumlah makan klien yang masuk kurang satu porsi, klien sering makan makanan yang banyak mengandung protein, mengandung karbonhidrat, dan yang mengandung kalsium untuk menjaga kesehatan klien serta meningkatkan status nutrisi klien. Jumlah minum klien 1000 cc / hari dengan air mineral.
b.      Eliminasi
Frekuensi BAB sehari 1 x, warna feses kuning, bau khas. Frekuensi BAK  sehari 2 x, volume urine ±400cc, warna kuning, bau urine khas.
c.       Aktivitas-latihan
Klien makan, mandi, berpakaian, kerapian, buang air besar, buang air kecil, di bantu orang/ perawat.
d.      Tidur-istirahat
Klien tampak ada tidur siang kurang lebih 30 menit, tidur malam klien kurang lebih 5 jam.
8.      Data Penunjang
Nama pasien                : Tn.A
Diagnosa medic            : Demensia
Tgl. Pengkajian             : 12 Juni 2014
·        Laboratorium
a)      Hb : 9 gr/ dl  (P : 13-18 gr dan W : 12-16 gr)
b)      Leukosit : 11000 mm3 (4000 - 11000 / 5000 – 10000 mm3)
c)      Trombosit : 340.000/ mm3 (150.000 – 450.000/mm3)
·        Pemeriksaan Mini Mental Status Exam (MMSE)
Nomor Identifikasi :
Nama Responden               :  Tn. A
Pendidikan                         : SMP
Umur                                  : 67  Tahun
Tanggal                              : 12 Juni 2014
No
Tes
Nilai normal
Hasil pemeriksaan

ORIENTASI


1
Sekarang (tahun), (musim), (bulan), ( tanggal), hari apa?
5
1
2
Kita berada dimana (Negara, propinsi, kota, rumah sakit, lantai kamar)
5
1

REGISTRASI


3
Sebutkan 3 buah nama benda  (apel, meja, atau koin), setiap benda 1 detik, pasien disuruh mengulangi ketiga nama benda tadi. Nilai 1 untuk setiap nama benda yang benar. Ulangi sampai pasien dapat menyebutkan dengan benar dan catat jumlah pengulangan
3
1

ATENSI DAN KAKULASI


4
Kurangi 100 dengan 7. Nilai 1 tiap jawaban yang benar. Hentikan setelah 5 jawaban. Atau disuruh mengeja tebalik kata “WAHYU” (nilai di berikan huruf yang benar sebelum kesalahan: minsalnya uyahw – 2 nilai 
5
2

MENGINGAT KEMBALI (RECALL)


5
Pasien di suruh menyebutkan kembali 3 benda yang disebutkan oleh pemeriksa
3
1

BAHASA


6
Pasien di suruh menyebut nama benda yang di tunjukkan (pensil, buku)
2
1
7
Pasien di suruh mengulang kata-kata. Contoh “saya telah belajar hari ini”
1
1
8
Pasien di suruh melakukan perintah “ambil kertas itu dengan tangan anda, lipatlah menjadi dua dan letaklah dilantai”
3
1
9
Pasien di suruh membaca dan melakukan perintah yang ada pada kertas yang disediakan. “pejamkanlah mata anda”
1
1
10
Pasien disuruh menulis dengan spontan
1
1
11
Pasien disuruh menggambarkan bentuk dibawah ini
1
0

TOTAL
30
11
Ket : Klien mengalami demensia berat yaitu 11 dengan rentang normal 0-15 berat.

9.      Therapy
a.       Donezepil : 5 mg 3x/hari
b.      Anti depresi : citalopram 3x 10-20 mg
c.       Galantamine : 3x 3-5 mg
d.      Diet makanan lunak yang kalori penuh serta gizi yang baik
e.       Latihan kemampun kognitif, dan mengasah pola fikir
f.        Terapi aktifitas

B.     DATA FOKUS
DS:
·        Keluarga mengatakan klien sulit mandi, berpakaian, dan toileting serta sering lupa jalan pulang apabila bepergian. Tn.A juga sering tersinggung dan mudah marah.
DO:
·        TTV; TD: 160/90, N: 75 x/mnt, S: 37 ˚C, RR: 24 x/mnt
·        Ukur; BB: 47 kg, TB: 160 cm
·        kulit kepala kotor dan bau, ketajaman penglihatan klien kabur, konjungtiva anemis, fungsi penciuman klien kurang baik, fungsi pendengaran kurang baik, bibir simetris, kelembaban baik, mukosa pink, gigi kurang bersih, ada caries, gigi tidak lengkap, kaadaan gusi kurang baik, tidak ada peradangan. Fungsi mengunyah kurang baik, fungsi pengecap tidak begitu baik, fungsi bicara kurang jelas, bau mulut, refleks menelan juga kurang baik. Kekuatan otot klien  4 dan terdapat kaku sendi, gaya berjalan klien lambat.  klien tampak menggunakan tongkat. Tekstur kulit pasien keriput, keadaan kuku klien tampak kotor.
·        Nafsu makan klien menurun. Klien makan, mandi, berpakaian, kerapian, buang air besar, buang air kecil, di bantu orang/ perawat.
·        Klien tmapak mengalami gangguan memori dan orientasi, klien kurang berintraksi sosial dengan baik. Tidak kooperatif, mudah tersinggung, bahasa klien kurang jelas  dan kurang dipahami oleh orang lain.
·        Pemeriksaan status mental mini hasilnya klien mengalami demensia berat yaitu 11 dengan rentang normal 0-15 berat.
·        Laboratorium
a.       Hb : 9 gr/ dl  (P : 13-18 gr dan W : 12-16 gr)
b.      Leukosit : 11000 mm3 (4000 - 11000 / 5000 – 10000 mm3)
c.       Trombosit : 340.000/ mm3 (150.000 – 450.000/mm3)

C.     ANALISA DATA
Symptom
Etiologi
Problem
DS: Keluarga mengatakan pasien sering lupa jalan pulang apabila bepergian. Tn.A juga sering tersinggung dan mudah marah.
DO: Klien tmapak mengalami gangguan memori dan orientasi, orientasi W T O klien jelek
Demensia multi infark
konfusi kronik
DS: Keluarga mengatakan klien sulit mandi, berpakaian
DO: Klien makan, mandi, berpakaian, kerapian, buang air besar, buang air kecil, di bantu keluarga / perawat
Gangguan kognitif
Deficit perawatan diri
DS : keluarga mengatakan nafsu makan klien menurun

DO : Gigi klien tidak lengkap, Klien tampak hanya menghabiskan setengah porsi makannya
Asupan makanan tidak adekuat
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
DS : Petugas panti mengatakan kekuatan otot klien menurun sehingga klien berjalan dengan lambat
DO : klien tampak sering mengalami kaku sendi, klien tampak menggunkan tongkat. klien tampak berjalan dengan hati- hati. kekuatan otot klien
4444
4444
4444
4444


kesulitan keseimbangan dalam beraktifitas
Risiko cidera

D.    DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL
1.      konfusi kronik b/d Demensia multi infark d/d
DS: Keluarga mengatakan pasien sering lupa jalan pulang apabila bepergian. Tn.A juga sering tersinggung dan mudah marah.
DO: Klien tmapak mengalami gangguan memori dan orientasi
2.      Deficit perawatan diri b/d Gangguan kognitif d/d
DS: Keluarga mengatakan klien sulit mandi, berpakaian
DO: Klien makan, mandi, berpakaian, kerapian, buang air besar, buang air kecil, di bantu keluarga / perawat
3.      Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
4.      Resiko cedera.

E.     PRIORITAS DIAGNOSA
1.      Konfusi kronik
2.      Deficit perawatan diri
F.      INTERVENSI
Hari 1
no
Hari/Tgl
No Dx
TUM
TUK
Intervensi
Implementasi
Evaluasi

Kamis, 12 juni 2014
1
Klien tidak mengalami konfusi (gangguan proses pikir)
Setelah diberikan tindakan 1 x 8 jam keperawatan diharapkan klien mampu  mengenali perubahan dalam berpikir dengan
KH:
·  Mampu memperlihatkan kemampuan kognitif untuk menjalani konsekuensi kejadian yang menegangkan terhadap emosi &  pikiran tentang dirinya.
·  Mampu mengembangkan strategi untuk mengatasi anggapan diri yang negative.
Mandiri
·  Kembangkan lingkungan yg mendukung & hubungan klien-perawat yg terapeutik.

·  Pertahankan lingkungan yg menyenangkan dan tenang.



·  Tatap wajah ketika berbicara dengan klien.



·  Panggil klien dengan namanya.



·  Gunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada klien.



·  Gunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi tahap).


·  Ciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif sesuai kemampuan klien.




·  Evaluasi pola tidur.


Kolaborasi
·  Berikan obat sesuai indikasi


·  Mengembangkan lingkungan yg mendukung & hubungan klien perawat yg terapeutik.
Hasil : klien masih mudah tersinggung.
·  Mempertahankan lingkungan yg menyenangkan dan tenang.
Hasil : klien tampak nyaman

·  Menatap wajah ketika berbicara dengan klien.
Hasil : klien tidak mau menatap wajah perawat jika berbicara
·  Memanggil klien dengan namanya.
Hasil : klien tampak senang jika di panggil dengan namanya
·  Menggunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada klien
Hasil : klien tampak mudah dalam berkomunikasi
·  Menggunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi tahap).
Hasil : klien tampak mengerti
·  Menciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif sesuai kemampuan klien
Hasil: klien tampak belum mau beraktivitas secara sedehana
·  Mengevaluasi pola tidur.
Hasil : klien tampak tidur dengan baik
·  Kolaborasi dengan obat sesuai indikasi.
Hasil : donezepil, citalopram, dan galantamine.

 S :
·  Klien mengatakan senang jika di panggil dengan namanya.
·  Klien mengatakan memahami pembicaraan  menggunakan kata-kata pendek
O :
·  Klien tampak mengalami gangguan memori dan orientasi.
·  Klien tampak bingung
·  Pemeriksaan MMSE: 11 (berat)
A  : masalah teratasi sebagian
P  : intervensi dilanjutkan
·  Kembangkan lingkungan yg mendukung & hubungan klien-perawat yg terapeutik.
·  Tatap wajah ketika berbicara dengan klien.
·  Panggil klien dengan namanya.
·  Gunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi tahap).

·  Ciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif sesuai kemampuan klien
·  Berikan obat sesuai indikasi



2
Klien tidak mengalami deficit perawatan diri
Setelah dilakukan tindakan keperawatan  1 x 8 jam diharapkan klien dapat merawat dirinya sesuai dengan kemampuannya dengan  KH :
·  Mampu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai dg tingkat kemampuan.

Mandiri
·     Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.


·     Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi.


·     Perhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.



·     Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.




·     Bantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.

·  Mengidentifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
Hasil : klien tidak mampu melakukan secara mandiri
·  Mengidentifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi.
Hasil :  klien belum mampu melakukan secara  mandiri
·     Memperhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
Hasil : klien masih mampu menggunkan bahasa yang verbal
·     Memberi banyak waktu untuk melakukan tugas.
Hasil : klien membutuhkan waktu yang cukup untuku melakukan tugas
·     Membantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
Hasil : klien tidak mau mengenakan pakaian yang rapi

S :
Klien mengatakan tidak mampu malakukan perawatan diri secara mandiri
O :
·  Kuku klien tampak kotor.
·  Badan klien Bau.
·  Penampilan kurang menarik.
·  Kulit kepala kotor dan bau.
·  Mulut klien bau dan Tampak adanya caries
A : masalah  teratasi sebagian
P : intervensi di lanjutkan
·  Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
·  Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi.
·     Perhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
·  Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.
·  Bantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.

Hari ke-2
No
Hari/tgl
Dx kep
TUM
TUK
Intervensi
Implementasi
Evaluasi
1
Jumat, 13 juni 2014
1


·  Kembangkan lingkungan yg mendukung & hubungan klien-perawat yg terapeutik.

·  Tatap wajah ketika berbicara dengan klien.



·  Panggil klien dengan namanya.



·  Gunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi tahap).


·  Ciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif sesuai kemampuan klien




·  Berikan obat sesuai indikasi

·  Mengembangkan lingkungan yg  mendukung & hubungan klien perawat yg terapeutik.
Hasil : klien masih mudah tersinggung.
·  Menatap wajah ketika berbicara  dengan klien.
Hasil : klien tidak mau menatap wajah perawat jika berbicara
·  Memanggil klien  dengan namanya.
Hasil : klien tampak senang jika di panggil dengan namanya
·  Menggunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi tahap).
Hasil : klien tampak mengerti
·  Menciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif sesuai kemampuan klien.
Hasil: klien tampak belum mau beraktivitas secara sederhana
·  Kolaborasi dengan obat sesuai indikasi.
Hasil : donezepil, citalopram, dan galantamine.

S :
·  Klien mengatakan senang jika di panggil dengan namanya
·  Klien mengatakan mudah memahami pembicaraan dengan kata-kata pendek
O :
·  Klien tmapak mengalami gangguan memori dan orientasi
·  Klien tampak bingung
·  Pemeriksaan MMSE:11 (berat)
A  :
masalah teratasi sebagian
P :
intervensi dilanjutkan
·  Kembangkan lingkungan yg mendukung & hubungan klien-perawat yg terapeutik.
·  Tatap wajah ketika berbicara dengan klien.
·  Panggil klien dengan namanya.
·  Gunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada klien.
·  Gunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi tahap).
·  Ciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif sesuai kemampuan klien
·  Berikan obat sesuai indikasi



2


·  Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.


·  Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi.

·     Perhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.



·  Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.




·  Bantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
·  Mengidentifikasi kesulitan dalam  berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
Hasil : klien tidak mampu melakukan secara mandiri
·  Mengidentifikasi kebutuhan   kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi.
Hasil: klien belum mampu melakukan secara  mandiri
·  Memperhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
Hasil: klien masih mampu menggunkan bahasa yang verbal
·  Memberi banyak waktu untuk melakukan tugas.
Hasil: klien membutuhkan waktu yang cukup untuku melakukan tugas
·  Membantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
Hasil : klien  mau mengenakan pakaian yang rapi
S :
·  Klien mengatakan tidak mampu untuk melakukan perawatan diri secara mandiri
O :
·  Kuku klien tampak bersih
·  Bau badan mulai berkurang
·  Penampilan klien sudah rapi
·  Kulit kepala agak bersih
·  Bau mulut klien mulai berkurang dan Tampak  masih adanya caries
A  : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
·  Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
·  Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi.
·     Perhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
·  Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.
·  Bantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.


Hari ke-3
no
Hari/Tgl
Dx kep
TUM
TUK
Intervensi
Implementasi
Evaluasi

14 juni 2014



·  Kembangkan lingkungan yg mendukung & hubungan klien-perawat yg terapeutik.


·  Tatap wajah ketika berbicara dengan klien.




·  Panggil klien dengan namanya.




·  Gunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada klien.




·  Gunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi tahap).


·  Ciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif sesuai kemampuan klien




·  Berikan obat sesuai indikasi
·  Mengembangkan lingkungan yg  mendukung & hubungan klien perawat yg terapeutik
Hasil : klien masih mudah tersinggung
·  Menatap wajah ketika berbicara  dengan klien
Hasil : klien tidak mau menatap wajah perawat jika berbicara
·  Memanggil klien dengan namanya
Hasil : klien tampak senang jika di panggil dengan namanya
·  Menggunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada klien
Hasil : klien tampak mudah dalam berkomuikasi
·  Menggunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi tahap).
Hasil : klien tampak mengerti
·  Menciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif sesuai kemampuan klien
Hasil: klien tampak belum mau beraktivitas secara sederhana
·  Kolaborasi dengan obat sesuai indikasi
Hasil : donezepil, citalopram, dan galantamine.

S :
·  Klien mengatakan senang jika di panggil dengan namanya
·  Klien mengatakan mudah memahami pembicaraan  menggunakan kata-kata pendek
O :
·  Klien tmapak mengalami gangguan memori dan orientasi
·  Klien tampak bingung
·  Pemeriksaan MMSE:11 (berat)
A  :
·  masalah teratasi sebagian : intervensi 1, 3, 4, 6, 7, 8 dilanjutkan  kakak perawat




2


·  Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.



·  Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi.

·     Perhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.




·  Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.





·  Bantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
·  Mengidentifikasi kesulitan dalam  berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi
Hasil : klien tidak mampu melakukan secara mandiri
·  Mengidentifikasi kebutuhan   kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi
Hasil :  klien belum mampu melakukan secara  mandiri
·  Memperhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis
Hasil : klien masih mampu menggunkan bahasa yang verbal
·  Memberi banyak waktu untuk melakukan tugas
Hasil : klien membutuhkan waktu yang cukup untuku melakukan tugas
·  Membantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
Hasil : klien  mau mengenakan pakaian yang rapi
S  :   
·  klien mengatakan tidak mampu malakukan perawatn diri secara mandiri
O :
·  Kuku klien tidak kotor lagi
·  Bau badan mulai berkurang
·  Penampilan klien sudah rapi
·  Kulit kepala sudah agak bersih
·  Bau mulut klien mulai berkurang dan Tampak  masih adanya caries
A  : Masalah teratasi sebagian
P  : intervensi di lanjutkan
·  Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
·  Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi.
·  Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.

No comments:

Post a Comment