|
Disusun :
Agung prestawan
setikes surya global yogyakarta
|
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN TN.A USIA 67 TAHUN
A.
PENGKAJIAN
1.
Identitas Pasien
Nama : Tn. A
Umur : 67 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Bantul
Agama :
Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Wiraswasta
Tanggal dirawat : 11 Juni 2014
Tanggal pengkajian : 12 Juni 2014
Diagnosa medis : Demensia
Penanggung jawab : Tn. B
2.
Alasan MRSJ
Tn. A dibawa
keluarganya ke Rumah Sakit Jiwa karena mengalami gangguan memori dan orientasi.
Keluarga mengatakan klien sulit mandi,
berpakaian, dan toileting serta sering lupa jalan pulang apabila bepergian. Tn.A juga
sering tersinggung dan mudah marah.
3.
Factor Predisposisi
Keluarga mengatakan
bahwa pasien belum pernah mengalami gangguan jiwa. Dan dalam keluarga tidak ada
yang menderita penyakit yang sama dengan pasien. Pasien punya riwayat
hipertensi
4.
Pemeriksaan Fisik
·
TTV; TD: 160/90, N: 75 x/mnt, S: 37 ˚C, RR: 24 x/mnt
·
Ukur; BB: 47 kg, TB: 160 cm
·
Pemeriksaan Fisik:
Ø
Kepala
Bentuk
kepala simetris, warna rambut memutih/ beruban, keadaan rambut rontok, kulit
kepala kotor dan bau.
Ø
Mata/penglihatan
Ketajaman
penglihatan klien kabur, sclera putih dan jernih. Refleks pupil sama besar, dan
bereaksi terhadap cahaya, konjungtiva
anemis, lapang pandang kurang jelas, penglihatan klien terasa kabur apabila
tidak menggunakan kacamata.
Ø
Hidung/penciuman
Bentuk
simetris, fungsi penciuman klien kurang baik.
Ø
Telinga/pendengaran
Tidak
terdapat lesi, fungsi pendengaran kurang baik, tidak ada nyeri, tidak
menggunakan alat bantu pendengaran.
Ø
Mulut/pengecap
Bibir
simetris, kelembaban baik, mukosa pink, gigi kurang bersih, ada caries, gigi
tidak lengkap, kaadaan gusi kurang baik, tidak ada peradangan. Fungsi mengunyah
kurang baik, fungsi pengecap tidak begitu baik, fungsi bicara kurang jelas, bau
mulut, refleks menelan juga kurang baik.
Ø
Dada/pernapasan
I : bentuk dada simetris, kwalitas nafas cepat, klien tidak
ada batuk dan tidak menggunakan
alat bantu pernapasan
P : tidak terdapat tonjolan
P : perkusi dada resonan
A : suara napas vesicular
Ø
Kardiovaskuler
I
: simetris
P
: Ictus kordis teraba.
P
: Perkusi terdapat bunyi pekak
A
: Bunyi jantung normal Lub Dub (tidak ada bunyi tambahan)
Ø
Abdomen
I
: Tidak terdapat lesi, tidak ada asites
A
: Bising usus normal ( 10 x /menit )
P
: Tidak teraba masa.
P
: Tympani
Ø
Muskuloskeletal
Kekuatan
otot klien 4 dan terdapat kaku sendi, gaya
berjalan klien lambat. klien tampak
menggunakan tongkat
|
4444
|
4444
|
|
4444
|
4444
|
Ket: dapat gerak dan dapat melawan hambatan
yang ringan.
Ø
Keadaan neurologi
Penciuman pada
klien terganggu N.1 (olfaktorius), penglihatan klien terganggu N. II
(optikus), refleks menelan klien
terganggu N. V (trigeminus), dan pengecap klien terganggu N. XII (hipoglosus)
serta untuk pendengaran klien masih agak normal N. VII (koklearis).
Ø
Integumen/kulit
Warna kulit telinga
luar sawo matang, tekstur keriput, keadaan kuku klien tampak kotor.
5.
Psikososial
a.
Genogram
|
|
Keluarga
klien mengatakan bahwa anggota keluarga klien tidak pernah menderita penyakit
yang sama separti klien dan juga tidak
pernah menderita penyakit penyakit lainnya.
b.
Konsep diri
Konsep
diri klien tampak menurun karena faktor usia dan merupakan proses penuaan.
c.
Hubungan social
Hubungan
klien dengan keluarga / kerabat kurang baik, hubungan klien dengan penghuni
lain kurang baik, hubungan dengan petugas kurang baik. Dikarenakan klien
mengalami gangguan memori dan orentasi sehingga klien kurang berintraksi sosial
dengan baik.
d.
Spiritual
klien
menganut agama islam, klien tampak sering sholat dan sering berdoa.
6.
Status Mental
a.
Penampilan
Penampilan tidak rapi
b.
Pembicaraan
Inkoheran
c.
Aktivitas Motorik
Gelisah
d.
Afek
Tumpul
e.
Interaksi selama wawancara
Tidak kooperatif, mudah
tersinggung
f.
Persepsi
-
g.
Tingkat kesadaran
Orientasi W T O klien jelek, kurang baik karena konsentrasi yang menurun sehingga klien
mengalami penurunan daya ingat dengan
nilai 11 (berat) menyebabkan klien sulit melakukan aktifitas dan devisit
keperawatan diri
h.
Memori
Memori
klien pendek, klien tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi dalam minggu terakhir karena klien sering kali lupa jalan pulang bila sedang
berpergian. Bahasa klien kurang jelas
dan kurang dipahami oleh orang lain.
7.
Kebutuhan Persiapan
Pulang
a.
Nutrisi cairan /
makanan
Nafsu
makan klien menurun, jumlah makan klien 3x sehari, jumlah makan klien yang
masuk kurang satu porsi, klien sering makan makanan yang banyak mengandung
protein, mengandung karbonhidrat, dan yang mengandung kalsium untuk menjaga
kesehatan klien serta meningkatkan status nutrisi klien. Jumlah minum klien
1000 cc / hari dengan air mineral.
b.
Eliminasi
Frekuensi
BAB sehari 1 x, warna feses kuning, bau khas. Frekuensi BAK sehari 2 x, volume urine ±400cc, warna
kuning, bau urine khas.
c.
Aktivitas-latihan
Klien
makan, mandi, berpakaian, kerapian, buang air besar, buang air kecil, di bantu
orang/ perawat.
d.
Tidur-istirahat
Klien
tampak ada tidur siang kurang lebih 30 menit, tidur malam klien kurang lebih 5
jam.
8.
Data Penunjang
Nama pasien :
Tn.A
Diagnosa medic :
Demensia
Tgl. Pengkajian :
12 Juni 2014
·
Laboratorium
a)
Hb : 9 gr/ dl (P : 13-18 gr dan W : 12-16 gr)
b)
Leukosit : 11000 mm3
(4000 - 11000 / 5000 – 10000 mm3)
c)
Trombosit : 340.000/
mm3 (150.000 – 450.000/mm3)
·
Pemeriksaan Mini
Mental Status Exam (MMSE)
Nomor Identifikasi :
Nama Responden : Tn. A
Pendidikan :
SMP
Umur :
67 Tahun
Tanggal :
12 Juni 2014
|
No
|
Tes
|
Nilai normal
|
Hasil pemeriksaan
|
|
|
ORIENTASI
|
|
|
|
1
|
Sekarang (tahun), (musim), (bulan), ( tanggal), hari apa?
|
5
|
1
|
|
2
|
Kita berada dimana (Negara, propinsi, kota, rumah sakit, lantai kamar)
|
5
|
1
|
|
|
REGISTRASI
|
|
|
|
3
|
Sebutkan 3 buah nama benda (apel,
meja, atau koin), setiap benda 1 detik, pasien disuruh mengulangi ketiga nama
benda tadi. Nilai 1 untuk setiap nama benda yang benar. Ulangi sampai pasien
dapat menyebutkan dengan benar dan catat jumlah pengulangan
|
3
|
1
|
|
|
ATENSI DAN KAKULASI
|
|
|
|
4
|
Kurangi 100 dengan 7. Nilai 1 tiap jawaban yang benar. Hentikan setelah 5
jawaban. Atau disuruh mengeja tebalik kata “WAHYU” (nilai di berikan huruf
yang benar sebelum kesalahan: minsalnya uyahw – 2 nilai
|
5
|
2
|
|
|
MENGINGAT KEMBALI (RECALL)
|
|
|
|
5
|
Pasien di suruh menyebutkan kembali 3 benda yang disebutkan oleh
pemeriksa
|
3
|
1
|
|
|
BAHASA
|
|
|
|
6
|
Pasien di suruh menyebut nama benda yang di tunjukkan (pensil, buku)
|
2
|
1
|
|
7
|
Pasien di suruh mengulang kata-kata. Contoh “saya telah belajar hari ini”
|
1
|
1
|
|
8
|
Pasien di suruh melakukan perintah “ambil kertas itu dengan tangan anda,
lipatlah menjadi dua dan letaklah dilantai”
|
3
|
1
|
|
9
|
Pasien di suruh membaca dan melakukan perintah yang ada pada kertas yang
disediakan. “pejamkanlah mata anda”
|
1
|
1
|
|
10
|
Pasien disuruh menulis dengan spontan
|
1
|
1
|
|
11
|
Pasien disuruh menggambarkan bentuk dibawah ini
|
1
|
0
|
|
|
TOTAL
|
30
|
11
|
Ket : Klien
mengalami demensia berat yaitu 11 dengan rentang normal 0-15 berat.
9.
Therapy
a.
Donezepil : 5 mg
3x/hari
b.
Anti depresi :
citalopram 3x 10-20 mg
c.
Galantamine : 3x
3-5 mg
d.
Diet makanan lunak
yang kalori penuh serta gizi yang baik
e.
Latihan kemampun
kognitif, dan mengasah pola fikir
f.
Terapi aktifitas
B.
DATA FOKUS
DS:
·
Keluarga mengatakan klien sulit
mandi, berpakaian, dan toileting serta sering lupa jalan pulang apabila
bepergian. Tn.A juga sering tersinggung dan mudah marah.
DO:
·
TTV; TD: 160/90, N: 75 x/mnt, S: 37 ˚C, RR: 24 x/mnt
·
Ukur; BB: 47 kg, TB: 160 cm
·
kulit kepala kotor
dan bau, ketajaman penglihatan klien kabur, konjungtiva anemis, fungsi
penciuman klien kurang baik, fungsi pendengaran kurang baik, bibir simetris,
kelembaban baik, mukosa pink, gigi kurang bersih, ada caries, gigi tidak
lengkap, kaadaan gusi kurang baik, tidak ada peradangan. Fungsi mengunyah
kurang baik, fungsi pengecap tidak begitu baik, fungsi bicara kurang jelas, bau
mulut, refleks menelan juga kurang baik. Kekuatan otot klien 4 dan terdapat kaku sendi, gaya berjalan
klien lambat. klien tampak
menggunakan tongkat. Tekstur kulit pasien keriput, keadaan kuku klien tampak kotor.
·
Nafsu makan klien
menurun. Klien makan, mandi, berpakaian, kerapian, buang air besar, buang air
kecil, di bantu orang/ perawat.
·
Klien tmapak
mengalami gangguan memori dan orientasi, klien kurang berintraksi sosial dengan
baik. Tidak kooperatif,
mudah tersinggung, bahasa klien kurang
jelas dan kurang dipahami oleh orang
lain.
·
Pemeriksaan status
mental mini hasilnya klien mengalami demensia berat yaitu 11 dengan rentang
normal 0-15 berat.
·
Laboratorium
a.
Hb : 9 gr/ dl (P : 13-18 gr dan W : 12-16 gr)
b.
Leukosit : 11000 mm3
(4000 - 11000 / 5000 – 10000 mm3)
c.
Trombosit :
340.000/ mm3 (150.000 – 450.000/mm3)
C.
ANALISA DATA
|
Symptom
|
Etiologi
|
Problem
|
||||
|
DS: Keluarga mengatakan pasien sering lupa jalan pulang
apabila bepergian. Tn.A juga sering tersinggung dan mudah marah.
DO: Klien tmapak
mengalami gangguan memori dan orientasi, orientasi W T O klien jelek
|
Demensia multi
infark
|
konfusi kronik
|
||||
|
DS: Keluarga mengatakan klien sulit mandi, berpakaian
DO: Klien makan, mandi, berpakaian, kerapian, buang air besar,
buang air kecil, di bantu keluarga / perawat
|
Gangguan kognitif
|
Deficit perawatan
diri
|
||||
|
DS : keluarga mengatakan nafsu makan klien menurun
DO : Gigi klien tidak lengkap, Klien tampak hanya
menghabiskan setengah porsi makannya
|
Asupan makanan tidak
adekuat
|
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
|
||||
|
DS : Petugas panti mengatakan kekuatan otot klien menurun
sehingga klien berjalan dengan lambat
DO : klien tampak sering mengalami kaku sendi, klien tampak
menggunkan tongkat. klien tampak berjalan dengan hati- hati. kekuatan otot
klien
|
kesulitan keseimbangan dalam beraktifitas
|
Risiko cidera
|
D.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN YANG MUNCUL
1.
konfusi kronik b/d Demensia multi infark d/d
DS: Keluarga
mengatakan pasien sering lupa jalan pulang apabila bepergian. Tn.A juga sering
tersinggung dan mudah marah.
DO: Klien tmapak mengalami gangguan memori dan orientasi
2.
Deficit perawatan diri b/d Gangguan kognitif d/d
DS: Keluarga
mengatakan klien sulit mandi,
berpakaian
DO: Klien makan, mandi,
berpakaian, kerapian, buang air besar, buang air kecil, di bantu keluarga /
perawat
3.
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari kebutuhan
4.
Resiko cedera.
E.
PRIORITAS DIAGNOSA
1.
Konfusi kronik
2.
Deficit perawatan
diri
F.
INTERVENSI
Hari 1
|
no
|
Hari/Tgl
|
No Dx
|
TUM
|
TUK
|
Intervensi
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
|
|
Kamis, 12 juni 2014
|
1
|
Klien tidak mengalami konfusi (gangguan proses pikir)
|
Setelah diberikan tindakan 1 x 8
jam keperawatan diharapkan klien mampu mengenali perubahan dalam berpikir dengan
KH:
·
Mampu memperlihatkan kemampuan kognitif untuk menjalani konsekuensi
kejadian yang menegangkan terhadap emosi & pikiran tentang dirinya.
·
Mampu mengembangkan strategi untuk mengatasi anggapan diri yang negative.
|
Mandiri
·
Kembangkan lingkungan yg mendukung &
hubungan klien-perawat yg terapeutik.
·
Pertahankan lingkungan yg menyenangkan dan tenang.
·
Tatap wajah ketika berbicara dengan klien.
·
Panggil klien dengan namanya.
·
Gunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada klien.
·
Gunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi
tahap).
·
Ciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif
sesuai kemampuan klien.
·
Evaluasi pola tidur.
Kolaborasi
·
Berikan obat sesuai indikasi
|
·
Mengembangkan lingkungan yg mendukung &
hubungan klien perawat yg terapeutik.
Hasil : klien masih mudah tersinggung.
·
Mempertahankan lingkungan yg menyenangkan dan tenang.
Hasil : klien tampak nyaman
·
Menatap wajah ketika berbicara dengan klien.
Hasil : klien tidak mau menatap wajah perawat
jika berbicara
·
Memanggil klien dengan namanya.
Hasil : klien tampak senang jika di panggil
dengan namanya
·
Menggunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada
klien
Hasil : klien tampak mudah dalam berkomunikasi
·
Menggunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi
tahap).
Hasil : klien tampak mengerti
·
Menciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat
kompetitif sesuai kemampuan klien
Hasil: klien tampak belum mau beraktivitas secara sedehana
·
Mengevaluasi pola tidur.
Hasil : klien tampak tidur dengan baik
·
Kolaborasi dengan obat sesuai indikasi.
Hasil : donezepil, citalopram, dan galantamine.
|
S :
·
Klien mengatakan
senang jika di panggil dengan namanya.
·
Klien mengatakan
memahami pembicaraan menggunakan
kata-kata pendek
O :
·
Klien tampak
mengalami gangguan memori dan orientasi.
·
Klien tampak
bingung
·
Pemeriksaan MMSE:
11 (berat)
A : masalah teratasi sebagian
P : intervensi dilanjutkan
·
Kembangkan lingkungan yg mendukung & hubungan klien-perawat yg
terapeutik.
·
Tatap wajah ketika berbicara dengan klien.
·
Panggil klien dengan namanya.
·
Gunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi
tahap).
·
Ciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif
sesuai kemampuan klien
·
Berikan obat sesuai indikasi
|
|
|
|
2
|
Klien tidak mengalami deficit perawatan diri
|
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 8 jam diharapkan klien dapat merawat
dirinya sesuai dengan kemampuannya dengan KH :
·
Mampu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai dg tingkat kemampuan.
|
Mandiri
·
Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti:
keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
·
Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai
kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok
gigi.
·
Perhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
·
Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.
·
Bantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
|
·
Mengidentifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti:
keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
Hasil : klien tidak mampu melakukan secara mandiri
·
Mengidentifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai
kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok
gigi.
Hasil : klien belum mampu
melakukan secara mandiri
·
Memperhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
Hasil : klien masih mampu menggunkan bahasa yang verbal
·
Memberi banyak waktu untuk melakukan tugas.
Hasil : klien membutuhkan waktu yang cukup untuku melakukan tugas
·
Membantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
Hasil : klien tidak mau mengenakan pakaian yang rapi
|
S :
Klien mengatakan tidak mampu malakukan perawatan diri
secara mandiri
O :
·
Kuku klien tampak
kotor.
·
Badan klien Bau.
·
Penampilan kurang
menarik.
·
Kulit kepala
kotor dan bau.
·
Mulut klien bau
dan Tampak adanya caries
A : masalah teratasi sebagian
P : intervensi di
lanjutkan
·
Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti:
keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
·
Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai
kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok
gigi.
·
Perhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
·
Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.
·
Bantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
|
Hari ke-2
|
No
|
Hari/tgl
|
Dx kep
|
TUM
|
TUK
|
Intervensi
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
|
1
|
Jumat, 13 juni 2014
|
1
|
|
|
·
Kembangkan lingkungan yg mendukung & hubungan klien-perawat yg
terapeutik.
·
Tatap wajah ketika berbicara dengan klien.
·
Panggil klien dengan namanya.
·
Gunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi
tahap).
·
Ciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif
sesuai kemampuan klien
·
Berikan obat sesuai indikasi
|
·
Mengembangkan lingkungan yg
mendukung & hubungan klien perawat yg terapeutik.
Hasil : klien masih mudah tersinggung.
· Menatap wajah ketika
berbicara dengan klien.
Hasil : klien tidak mau menatap wajah perawat jika berbicara
· Memanggil klien dengan namanya.
Hasil : klien tampak senang jika di panggil dengan namanya
·
Menggunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi
tahap).
Hasil : klien tampak mengerti
·
Menciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat
kompetitif sesuai kemampuan klien.
Hasil: klien tampak belum mau beraktivitas secara sederhana
·
Kolaborasi dengan obat sesuai indikasi.
Hasil : donezepil, citalopram, dan galantamine.
|
S :
·
Klien mengatakan
senang jika di panggil dengan namanya
·
Klien mengatakan
mudah memahami pembicaraan dengan kata-kata pendek
O :
·
Klien tmapak mengalami
gangguan memori dan orientasi
·
Klien tampak
bingung
·
Pemeriksaan
MMSE:11 (berat)
A :
masalah teratasi
sebagian
P :
intervensi dilanjutkan
·
Kembangkan lingkungan yg mendukung & hubungan klien-perawat yg
terapeutik.
·
Tatap wajah ketika berbicara dengan klien.
·
Panggil klien dengan namanya.
·
Gunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada klien.
·
Gunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi
tahap).
·
Ciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif
sesuai kemampuan klien
·
Berikan obat sesuai indikasi
|
|
|
|
2
|
|
|
·
Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti:
keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
·
Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai
kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok
gigi.
·
Perhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
·
Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.
·
Bantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
|
·
Mengidentifikasi kesulitan dalam
berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/
depresi.
Hasil : klien tidak mampu melakukan secara mandiri
·
Mengidentifikasi kebutuhan
kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan
rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi.
Hasil: klien belum mampu melakukan secara
mandiri
·
Memperhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
Hasil: klien masih mampu menggunkan bahasa yang verbal
·
Memberi banyak waktu untuk melakukan tugas.
Hasil: klien membutuhkan waktu yang cukup untuku melakukan tugas
·
Membantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
Hasil : klien mau mengenakan
pakaian yang rapi
|
S :
·
Klien mengatakan
tidak mampu untuk melakukan perawatan diri secara mandiri
O :
·
Kuku klien tampak
bersih
·
Bau badan mulai
berkurang
·
Penampilan klien
sudah rapi
·
Kulit kepala agak
bersih
·
Bau mulut klien
mulai berkurang dan Tampak masih
adanya caries
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi
dilanjutkan
·
Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan
gerak fisik, apatis/ depresi.
·
Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai
kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok
gigi.
·
Perhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
·
Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.
·
Bantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
|
Hari
ke-3
|
no
|
Hari/Tgl
|
Dx kep
|
TUM
|
TUK
|
Intervensi
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
|
|
14 juni 2014
|
|
|
|
·
Kembangkan lingkungan yg mendukung & hubungan klien-perawat yg
terapeutik.
·
Tatap wajah ketika berbicara dengan klien.
·
Panggil klien dengan namanya.
·
Gunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada klien.
·
Gunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi
tahap).
·
Ciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat kompetitif
sesuai kemampuan klien
·
Berikan obat sesuai indikasi
|
·
Mengembangkan lingkungan yg
mendukung & hubungan klien perawat yg terapeutik
Hasil : klien masih mudah tersinggung
·
Menatap wajah ketika berbicara
dengan klien
Hasil : klien tidak mau menatap wajah perawat jika berbicara
·
Memanggil klien dengan namanya
Hasil : klien tampak senang jika di panggil dengan namanya
·
Menggunakan suara yang agak rendah dan berbicara dengan perlahan pada
klien
Hasil : klien tampak mudah dalam berkomuikasi
·
Menggunakan kata-kata pendek, kalimat, dan instruksi sederhana(tahap demi
tahap).
Hasil : klien tampak mengerti
·
Menciptakan aktivitas sederhana, bermanfaat, dan tidak bersifat
kompetitif sesuai kemampuan klien
Hasil: klien tampak belum mau beraktivitas secara sederhana
·
Kolaborasi dengan obat sesuai indikasi
Hasil : donezepil, citalopram, dan galantamine.
|
S :
·
Klien mengatakan
senang jika di panggil dengan namanya
·
Klien mengatakan
mudah memahami pembicaraan menggunakan
kata-kata pendek
O :
·
Klien tmapak
mengalami gangguan memori dan orientasi
·
Klien tampak
bingung
·
Pemeriksaan
MMSE:11 (berat)
A :
·
masalah teratasi
sebagian : intervensi 1, 3, 4, 6,
7, 8 dilanjutkan kakak perawat
|
|
|
|
2
|
|
|
·
Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti:
keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
·
Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai
kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok
gigi.
·
Perhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis.
·
Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.
·
Bantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
|
·
Mengidentifikasi kesulitan dalam
berpakaian/ perawatan diri, seperti: keterbatasan gerak fisik, apatis/
depresi
Hasil : klien tidak mampu melakukan secara mandiri
·
Mengidentifikasi kebutuhan
kebersihan diri & berikan bantuan sesuai kebutuhan dg perawatan
rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok gigi
Hasil : klien belum mampu
melakukan secara mandiri
·
Memperhatikan adanya tanda-tanda nonverbal yg fisiologis
Hasil : klien masih mampu menggunkan bahasa yang
verbal
·
Memberi banyak waktu untuk melakukan tugas
Hasil : klien membutuhkan waktu yang cukup untuku melakukan tugas
·
Membantu mengenakan pakaian yang rapi dan indah.
Hasil : klien
mau mengenakan pakaian yang rapi
|
S :
·
klien mengatakan tidak
mampu malakukan perawatn diri secara mandiri
O :
·
Kuku klien tidak
kotor lagi
·
Bau badan mulai
berkurang
·
Penampilan klien
sudah rapi
·
Kulit kepala
sudah agak bersih
·
Bau mulut klien
mulai berkurang dan Tampak masih
adanya caries
A : Masalah teratasi sebagian
P : intervensi di lanjutkan
·
Identifikasi kesulitan dalam berpakaian/ perawatan diri, seperti:
keterbatasan gerak fisik, apatis/ depresi.
·
Identifikasi kebutuhan kebersihan diri & berikan bantuan sesuai
kebutuhan dg perawatan rambut /kuku/kulit, bersihkan kaca mata, & gosok
gigi.
·
Beri banyak waktu untuk melakukan tugas.
|
No comments:
Post a Comment