Agung Presatwan

Agung Presatwan
perawat

Friday, 8 March 2013

Luka bakar

Makalah ilmu keprawatan dasar
“Luka bakar”









DI SUSUN OLEH:

Nama       : AGUNG PRESTAWAN
    Kelas        : D keperawatan
                Semester :2





KONSENTRASI INTALASI GAWAT DARURAT
PRODI STUDY ILMU KEPRAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
2013




KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan.  Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul”luka bakar”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang telah bekertjasama dalam menyeleseikan makalah ini. Dari sinilah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah  ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.


                                                                        Yogyakarta, 03 maret 2013
Penyusun


                                                                                        AGUNG PRESTAWAN


BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATARBELAKANG
Kulit adalah organ tubuh terluas yang menutupi otot dan mempunyai fungsi sebagai pelindung tubuh dan berbagai trauma ataupun masuknya bakteri, kulit juga mempunyai fungsi utama reseptor yaitu untuk mengindera suhu, perasaan nyeri, sentuhan ringan dan tekanan, pada bagian stratum korneum mempunyai kemampuan menyerap air sehingga dengan demikian mencegah kehilangan air serta elektrolit yang berlebihan dan mempertahankan kelembaban dalam jaringan subkutan.
Tubuh secara terus menerus akan menghasilkan panas sebagai hasil metabolisme makanan yang memproduksi energi, panas ini akan hilang melalui kulit, selain itu kulit yang terpapar sinar ultraviolet dapat mengubah substansi yang diperlukan untuk mensintesis vitamin D. kulit tersusun atas 3 lapisan utama yaitu epidermis, dermis dan jaringan subkutan.
a)       Lapisan epidermis, terdiri atas:
-           Stratum korneum, selnya sudah mati, tidak mempunyai inti sel, inti selnya sudah mati dan mengandung keratin, suatu protein fibrosa tidak larut yang membentuk barier terluar kulit dan mempunyai kapasitas untuk mengusir patogen dan mencegah kehilangan cairan berlebihan dari tubuh.
-           Stratum lusidum. Selnya pipih, lapisan ini hanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki.
-           Stratum granulosum, stratum ini terdiri dari sel-sel pipi seperti kumparan, sel-sel tersebut terdapat hanya 2-3 lapis yang sejajar dengan permukaan kulit.
-           Stratum spinosum/stratum akantosum. Lapisan ini merupakan lapisan yang paling tebal dan terdiri dari 5-8 lapisan. Sel-selnya terdiri dari sel yang bentuknya poligonal (banyak sudut dan mempunyai tanduk).
-           Stratum basal/germinatum. Disebut stratum basal karena sel-selnya terletak di bagian basal/basis, stratum basal menggantikan sel-sel yang di atasnya dan merupakan sel-sel induk.
b)      Lapisan dermis terbagi menjadi dua yaitu:
-           Bagian atas, pars papilaris (stratum papilaris)
Lapisan ini berada langsung di bawah epidermis dan tersusun dari sel-sel fibroblas yang menghasilkan salah satu bentuk kolagen.
-           Bagian bawah, pars retikularis (stratum retikularis).
Lapisan ini terletak di bawah lapisan papilaris dan juga memproduksi kolagen.
Dermis juga tersusun dari pembuluh darah serta limfe, serabut saraf, kelenjar keringat serta sebasea dan akar rambut.
c)       Jaringan subkutan atau hypodermis
    Merupakan lapisan kulit yang terdalam. Lapisan ini terutamanya adalah jaringan adipose yang memberikan bantalan antara lapisan kulit dan struktur internal seperti otot dan tu lang. Jaringan subkutan dan jumlah deposit lemak merupakan faktor penting dalam pengaturan suhu tubuh.

Serius Ns :
A, Obat luka bakarsecara tradisional.
            Gejala dan Penyebab Luka Bkar “.Luka bakar merupakan jenis luka, kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang diakibatkan sumber panas ataupun suhu dingin yang tinggi, sumber listrik, bahan kimiawi, cahaya, radiasi dan friksi. Jenis luka dapat beraneka ragam dan memiliki penanganan yang berbeda tergantung jenis jaringan yang terkena luka bakar, tingkat keparahan, dan komplikasi yang terjadi akibat luka tersebut. Luka bakar dapat merusak jaringan otot, tulang, pembuluh darah dan jaringan epidermal yang mengakibatkan kerusakan yang berada di tempat yang lebih dalam dari akhir  dari system refrensi.

Obat Tradisional Luka Bakar - Dalam pengobatan luka bakar kami mempunyai solusi pengobatan luka bakar yaitu dengan Jelly Gamat Luxor ialah obat luka bakar yang terbuat dari ekstrak gamat atau teripang yang berhasiat mengobati dan menyembuhkan luka bakar, luka bekas tersiram minyak panas atau air panas, patah tulang,  ataupun luka bakar terkena knalpot, jeli gamat luxor juga dapat menghaluskan kulit wajah dari bekas jerawat. Menurut pendapat dr Dendi Sudiono SpKK, dia adalah spesialis kulit dan kelamin, menurut beliau Untuk mengatasi luka bakar diperlukan bahan-bahan yang mengandung banyak kolagen. Karena Sejatinya kulit kita mempunyai senyawa kolagen. Senyawa itu terbentuk dari jaringan serabut elastin dan serabut kolagen. Keduanya bahu-membahu, saling mengisi, dan membuat keras serta kencang lapisan kulit bagian atas. Selain itu, kolagen juga menyumpal bagian permukaan kulit yang tak merata, termasuk keriput serta kulit bekas jerawat.

Sekilas Tentang Luka Bakar

http://obattradisionalhivaids.net/wp-content/uploads/2012/06/luka-bakar.jpg
Obat Tradisional Luka Bakar“ Cara Mengobati Luka Bakar “ merupakan jenis luka, kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang diakibatkan sumber panas ataupun suhu dingin yang tinggi, sumber listrik, bahan kimiawi, cahaya, radiasi dan friksi. Jenis luka dapat beraneka ragam dan memiliki penanganan yang berbeda tergantung jenis jaringan yang terkena luka bakar, tingkat keparahan, dan komplikasi yang terjadi akibat luka tersebut. Luka bakar dapat merusak jaringan otot, tulang, pembuluh darah dan jaringan epidermal yang mengakibatkan kerusakan yang berada di tempat yang lebih dalam dari akhir sistem persarafan. Seorang korban luka bakar dapat mengalami berbagai macam komplikasi yang fatal termasuk diantaranya kondisi shock, infeksi, ketidak seimbangan elektrolit (inbalance elektrolit) dan masalah distress pernapasan.
Untuk anda yang saat ini menderita  Penyakit Luka Bakar tidak ada salahnya anda mencoba melakukan pengobatan dengan Obat Tradisional Luka Bakar   terbuat dari bahan tradisional Jelly Gamat Luxor. Untuk cara pemesanan silahkan, Klik Gambar di Bawah Ini .

B.     Tindakan medis
Memberikan support metabolic
Mempertahankan nutrisi yang adekuat selama fase akut dalamluka bakar adalah penting dalam membantu penyembuhan luka dan pengontrolan infeksi. BMR bisa meningkat 40-100% lebih tinggi dibandingkan normal, tergantung luasnya luka. Pemberian nutrisi yang agresiv dibutuhkan untuk menangani peningkatan kebutuhan energi untuk membantu penyembuhan dan mencegah efek katabolisme yang tidak diinginkan.

Meminimalisir nyeri
Nyeri adalah masalah yang signifikan selama klien dirawat di rumah sakit. Selama fase akut, dilakukan percobaan untuk menemukan kombinasi medikasi dan intervensi yang tepat untuk meminimalisir ketidaknyamanan dan nyeri yang berhubungan dengan luka.

Perawatan luka
Pembersihan luka. Hidroterapi tetap menjadi pilihan utama dalam penangan luka bakar untuk membersihkan lukanya. Caranya adalah dengan pencelupan, penyiraman atau penyemprotan. Sesi 30 menit atau kurang hidroterapi optimal untuk klien dengan luka bakar akut. Waktu yang lebih lama dapat meningkatkan kehilangan sodium melalui luka bakar dan dapat menyebabkan kehilangan panas, nyeri dan stress. Selama hydroterapi, luka dicuci dengan salah satu jenis larutan. Perawatan dilakukan untuk meminimalisisr perdarahan dan mempertahankan temperatur tubuh selama prosedur. Klien yang tidak dapat diikutkan hydroterapi adalah mereka yang hemodinamiknya tidak stabil dan mereka yang menjalankan cangkok kulit. Jika hydroterapi tidak digunakan, luka dibersihkan ketika klien di atas tempat tidur dan sebelum pemberian antimicrobial agent.

Debridement. Debridement luka bakar adalah pengangkatan eschar. Debridemen luka bakar dilakukan melaluii cara mekanik, enxzimatik, dan bedah. Mekanikal debridemen dapat dilakukan dengan penggunaan gunting dan forcep dengan hati-hati untuk mengangkat dan menghilangkan eschar yang sudah mudah terlepas. Penggantian balutan basah-kering adalah cara efektif debridemen yang lain.

Enzimatik debridemen adalah dengan pemberian protealitic dan fibrinolitik toikal pada luka bakar yang dapat memudahkan pelepasan eschar. Enzimatik debridemen tidak digunakan secara luas karena memiliki beberapa efek samping yang serius.

Surgical debridemen adalah tindakan eksisi eschr dan penutupan luka. Awal eksisi surgical dimulai selama minggu pertama setelah cedera, segera sesudah klien hamiknya stabil. Keuntungan dari eksisi segera adalah mobilisasi lebih cepat dan mengurangi lamanya waktu hospitalisasi. Kerugiannya adalah risiko mengeksisi jaringan viable yng dapat sembuh dengan sendirinya.

Pemberian antimikrobial topical
Awal penanganan luka deep partial-thickness atau full thickness adalah dengan anti mikrobial. Obat ini diberikan 1-2 kali setelah pembersihan, debridemen, dan inspeksi luka. Perawat mengkaji untuk pelepasan eschar, adanya granulasi atau reepitelisasi jaringan, dan manifestasi infeksi. Luka bakar diobati dengan teknik balutan terutup atau terbuka. Untuk metode terbuka, antimikrobial diolesi dengan tangan yang bersarung tangan dan luka dibiarkan terbuka tanpa dibalut. Keuntungannya adalah memudahkan untuk melihat luka, lebih bebas untuk bergerak, dan lebih mudah dalm melakukan perawatan luka. Kerugiannya diantaranya adalah peningkatan risiko hipotermia karena terekspos. Pada metode tertutup, balutan diberikan antimikrobial kemudian digunakan untuk menutup luka. Keuntungannya adalah menurunkan evaporasi cairan dan kehilangan panas dari permukaan luka. Selain itu, balutan dapat membantu dalam debridemen. Kerugiannya adalah mobilitas terbatas dan berpotensi untuk penurunan keefektifan latihan ROM. Pengkajian luka juga jadi terbatas hanya padasaat penggantian balutan dilakukan


BAB II
LANDASAN TEORI

Pengertian Transkultural
Bila ditinjau dari makna kata , transkultural berasal dari kata trans dan culture, Trans berarti aluar perpindahan , jalan lintas atau penghubung.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia; trans berarti melintang , melintas , menembus , melalui  Cultur berarti budaya . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kultur berarti kebudayaan , cara pemeliharaan , pembudidayaan.
-          Kepercayaan , nilai – nilai dan pola perilaku yang umum berlaku bagi suatu kelompok dan diteruskan pada generasi berikutnya , sedangkan cultural berarti : Sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan. Budaya sendiri berarti : akal budi , hasil dan adat istiadat.Dan kebudayaan berarti
-          Hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia seperti kepercayaan , kesenian dan adatistiadat.
-          Keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk menjadi pedomantingkahlakunyaJadi,transkultural dapat diartikan sebagai :
·         Lintas budaya yang mempunyai efek bahwa budaya yang satu mempengaruhi budaya yang   lain
·         Pertemuan kedua nilai – nilai budaya yang berbeda melalui proses interaksi social
·         Transcultural Nursing merupakan suatu area kajian ilmiah yang berkaitan dengan perbedaan maupun kesamaan nilai– nilai budaya ( nilai budaya yang berbeda , ras , yang mempengaruhi pada seorang perawat saat melakukan asuhan keperawatan kepada klien / pasien ). Menurut Leininger(1991).




Konsep dalam Transcultural Nursing
1.      Budaya adalah norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok yang
dipelajari, dan dibagi serta memberi petunjuk dalam berfikir, bertindak dan
mengambil keputusan.
2.      Nilai budaya adalah keinginan individu atau tindakan yang lebih diinginkan
atau sesuatu tindakan yang dipertahankan pada suatu waktu tertentu dan
melandasi tindakan dan keputusan.
3.      Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk yang
optimal daei pemberian asuhan keperawatan, mengacu pada kemungkinan
variasi pendekatan keperawatan yang dibutuhkan untuk memberikan asuhan
budaya yang menghargai nilai budaya individu, kepercayaan dan tindakan
termasuk kepekaan terhadap lingkungan dari individu yang datang dan
individu yang mungkin kembali lagi (Leininger, 1985).
4.      Etnosentris adalah persepsi yang dimiliki oleh individu yang menganggap
bahwa budayanya adalah yang terbaik diantara budaya-budaya yang dimiliki
oleh orang lain.
5.      Etnis berkaitan dengan manusia dari ras tertentu atau kelompok budaya yang
digolongkan menurut ciri-ciri dan kebiasaan yang lazim.
6.      Ras adalah perbedaan macam-macam manusia didasarkan pada
mendiskreditkan asal muasal manusia
7.      Etnografi adalah ilmu yang mempelajari budaya. Pendekatan metodologi
pada penelitian etnografi memungkinkan perawat untuk mengembangkan
kesadaran yang tinggi pada perbedaan budaya setiap individu, menjelaskan
dasar observasi untuk mempelajari lingkungan dan orang-orang, dan saling
memberikan timbal balik diantara keduanya.
8.      Care adalah fenomena yang berhubungan dengan bimbingan, bantuan,
dukungan perilaku pada individu, keluarga, kelompok dengan adanya kejadian
untuk memenuhi kebutuhan baik aktual maupun potensial untuk meningkatkan kondisi dan kualitas kehidupan manusia.

9.      Caring adalah tindakan langsung yang diarahkan untuk membimbing,
mendukung dan mengarahkan individu, keluarga atau kelompok pada keadaan
yang nyata atau antisipasi kebutuhan untuk meningkatkan kondisi kehidupan
manusia.

10.  Cultural Care berkenaan dengan kemampuan kognitif untuk mengetahui nilai,
kepercayaan dan pola ekspresi yang digunakan untuk mebimbing, mendukung
atau memberi kesempatan individu, keluarga atau kelompok untuk
mempertahankan kesehatan, sehat, berkembang dan bertahan hidup, hidup
dalam keterbatasan dan mencapai kematian dengan damai.
11.  Culturtal imposition berkenaan dengan kecenderungan tenaga kesehatan
untuk memaksakan kepercayaan, praktik dan nilai diatas budaya orang lain
karena percaya bahwa ide yang dimiliki oleh perawat lebih tinggi daripada
kelompok lain.

Paradigma Transcultural Nursing
Leininger (1985) mengartikan paradigma keperawatan transcultural sebagai cara pandang, keyakinan, nilai-nilai, konsep-konsep dalam terlaksananya asuhan keperawatan yang sesuai dengan latar belakang budaya terhadap empat konsep sentral keperawatan yaitu : manusia, sehat, lingkungan dan keperawatan (Andrew and Boyle, 1995).
1.      Manusia
Manusia adalah individu, keluarga atau kelompok yang memiliki nilai-nilai
dan norma-norma yang diyakini dan berguna untuk menetapkan pilihan dan
melakukan pilihan. Menurut Leininger (1984) manusia memiliki
kecenderungan untuk mempertahankan budayanya pada setiap saat dimanapun
dia berada (Geiger and Davidhizar, 1995).

2.      Sehat
Kesehatan adalah keseluruhan aktifitas yang dimiliki klien dalam mengisi
kehidupannya, terletak pada rentang sehat sakit. Kesehatan merupakan suatu
keyakinan, nilai, pola kegiatan dalam konteks budaya yang digunakan untuk
menjaga dan memelihara keadaan seimbang/sehat yang dapat diobservasi
dalam aktivitas sehari-hari. Klien dan perawat mempunyai tujuan yang sama
yaitu ingin mempertahankan keadaan sehat dalam rentang sehat-sakit yang
adaptif (Andrew and Boyle, 1995).

3.      Lingkungan
Lingkungan didefinisikan sebagai keseluruhan fenomena yang mempengaruhi
perkembangan, kepercayaan dan perilaku klien. Lingkungan dipandang
sebagai suatu totalitas kehidupan dimana klien dengan budayanya saling
berinteraksi. Terdapat tiga bentuk lingkungan yaitu : fisik, sosial dan simbolik.
Lingkungan fisik adalah lingkungan alam atau diciptakan oleh manusia seperti
daerah katulistiwa, pegunungan, pemukiman padat dan iklim seperti rumah di
daerah Eskimo yang hampir tertutup rapat karena tidak pernah ada matahari
sepanjang tahun. Lingkungan sosial adalah keseluruhan struktur sosial yang
berhubungan dengan sosialisasi individu, keluarga atau kelompok ke dalam
masyarakat yang lebih luas. Di dalam lingkungan sosial individu harus
mengikuti struktur dan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan tersebut.
Lingkungan simbolik adalah keseluruhan bentuk dan simbol yang
menyebabkan individu atau kelompok merasa bersatu seperti musik, seni,
riwayat hidup, bahasa dan atribut yang digunakan.

4.      Keperawatan
Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktik
keperawatan yang diberikan kepada klien sesuai dengan latar belakang
budayanya. Asuhan keperawatan ditujukan memnadirikan individu sesuai
dengan budaya klien. Strategi yang digunakan dalam asuhan keperawatan
adalah perlindungan/mempertahankan budaya, mengakomodasi/negoasiasi
budaya dan mengubah/mengganti budaya klien (Leininger, 1991).

BAB III
PEMBAHASAN

KASUS:
Tn. A, 31 tahun, bekerja di sebuah perusahaan yang menggunakan tabung-tabung kaca untuk proses fermentasi. Saat bekerja, seperti biasanya, Tn. A, menyalakan lilin guna memanaskan suatu reaksi tertentu, tak diperkirakan sebelumnya, bahwa diatas meja kerja itu terdapat tabung fermentasi yang berisi © 2004 Digitezed by USU digital library  2fermentan  dan terbuka, terjadilah ledakan  yang begitu keras namun  tidak sampai menimbulkan kebakaran hebat. Karena  terkejutnya Tn.  A tak  sadarkan diri, dan menderita luka bakar ringan pada kedua  tangan dan kedua lengan bawahnya. Oleh teman sekerjanya Tn. A dibawa ke klinik perusahaan (sudah dalam keadaan sadar), guna memperoleh pengobatan.
Di klinik perusahaan oleh dokter  jaga, dilakukan pemeriksaan dengan seksama, selanjutnya semua luka yang ada diobati dan Tn. A diperbolehkan pulang, dengan dibekali surat dokter untuk istirahat di rumah. Namun Tn. A mengeluh, tidak dapat mendengar pada kedua telinga dan perasaan mendenging pada telinga kiri. Kemudian dokter melakukan pemeriksaan  fisik pada telinga dan didapatkan; ferforasi sentral, ukuran kecil, pada membrana tympani kanan, sedang membrana
tympani kiri terlihat intak/utuh.  Dilanjutkan pemeriksaan dengan Pure Tone Audiometri, didapatkan; tuli berat pada  kedua telinga. Pemeriksaan Tympanometri didapatkan; flat/ datar (tipe B pada membrana tympani kanan, clan normal (tipe A) pada membrana tympani kiri.
Tingkat pendengarannya dimonitor secara  berkala, clan temyata terjadi pemulihan setelah tiga hari kemudian, sementara itu luka  bakarya telah mulai mengering. Tidak dilakukan tindakan atau pengobatan khusus pada telinganya. Pada  pemeriksaan dua setengah bulan kemudian, terjadi penutupan perforasi membrana tympani kanan dan pendengarannya kembali pulih sempurna. 



LUKA BAKAR RINGAN
http://www.mediasehat.com/artikel/lukabakar.jpgDalam kasus luka bakar, ada 3 (tiga) derajat luka bakar berdasarkan tingkat keparahannya. Derajat paling awal yaitu luka bakar ringan, dimana sebagian epidermis (bagian teratas kulit) terbakar dalam kadar yang cukup ringan. Biasanya luka bakar ringan disebabkan oleh terkena panas matahari berlebihan, tersentuh benda panas misalnya setrika atau panci/wajan panas, tersiram air panas, atau kena bahan kimia yang bersifat korosif.
Gejala luka bakar ringan adalah kulit memerah, ada pembengkakan, dan pada beberapa kasus, bisa menyebabkan demam dan sakit kepala.
Walaupun tergolong ringan, luka bakar ringan tetap harus dirawat dengan baik. Berikut adalah langkah-langkah perawatan luka bakar ringan :
  • Dinginkan luka bakar dengan air dingin yang mengalir secara terus menerus selama 15 menit. Hal ini bisa dilakukan dengan meletakkan bagian yang mengalami luka bakar di bawah kran dengan air yang terus mengalir, atau rendam dalam bak mandi atau ember yang berisi air dingin. Tindakan ini berguna untuk mencegah atau mengurangi bengkak yang disebabkan oleh kerusakan jaringan serta mencegah kerusakan merembet ke lapisan kulit yang lebih dalam.
  • Jangan meletakkan es secara langsung pada luka bakar, karena dapat menyebabkan frosbite, yaitu cedera atau kematian sel karena membeku.
  • Jangan mengoleskan apapun ke kulit yang mengalami luka bakar sebelum anda melakukan tindakan diatas. Mengoleskan pasta gigi atau mentega bukanlah tindakan yang tepat, bahkan akan memicu munculnya infeksi.
  • Setelah luka bakar dingin, oleskan lotion yang mengandung aloe vera atau vitamin E. Hal ini bertujuan untuk mencegah kulit menjadi kering atau rusak.
  • Bila perlu anda dapat menutup kulit yang mengalami luka bakar dengan kasa steril yang mengandung antibiotik  ( Sofratulle atau Daryantulle) dan plester. Tindakan ini dapat mencegah terjadinya infeksi dan juga mengurangi nyeri akibat luka bakar bersentuhan dengan udara atau pakaian.
  • Selain kasa steril yg mengandung antibiotik anda juga bisa mengoleskan krim antibiotik contohnya Bioplacenton ke luka bakar untuk mencegah infeksi.
  • Untuk mengurangi rasa nyeri atau demam minumlah pereda nyeri seperti paracetamol atau aspirin.
  • Setelah luka bakar sembuh untuk mengurangi bekas luka dapat menggunakan mederma gel yang bisa di beli di apotik-apotik terdekat


dr. Dewi Haryanti K, SpBP

Pertama, tentukan dulu derajat keparahan luka bakar.
Ditentukan dengan derajat kedalaman, luas, area yang terkena, trauma penyerta, umur.

Derajat Luka Bakar
Derajat 1 Cuma terkena di epidermis. Biasanya perih dan ga ada bula. Karena kulit masih intak, biasanya ga didiagnosis. Cuma dikasih salep buat mengatasi nyeri.

Derajat 2, dibagi jadi 2a superficial thicknes, 2b deep (epidermis dan 2/3 dermis). Di sini udah ada bula. Bedanya, kalo bula dipecah dilihat di dasar luka. Kalo makin dalam luka bakar, dasarnya akan makin memutih (merah muda). Biasanya nyerinya malah makin berkurang.
Keduanya sama-sama lembab.
Derajat 3. Kena di seluruh lapisan kulit. Makin tidak nyeri karena end motor neuronnya udah makin ga ada. Lukanya kering, bisa putih bisa hitam.

Kita ingat sturktur kulit.
Makin dangkal kedalaman luka, makin cepat sembuh. Karena masih ada epitelnya. Di sini yang termasuk yaitu grade 1 dan 2a.
Karena bisa sembuh sendiri, bisa didiamkan dulu sampai 1 minggu. Kalau udah 2b, harus ditutup. Kalo 3 harus segera dirujuk.

cara mengobati luka bakar

Keberhasilan mengobati luka bakar tergantung pada seberapa cepat dan tepat cara penanganannya. Luka bakar adalah darurat medis, membutuhkan penanganan yang "cepat" dan "tepat" di tempat dan saat kejadian. Menunda penanganan membuat luka bakar berakibat lebih parah, dan penanganan yang tidak tepat juga memperburuk keadaan luka bakar.

Yang dimaksud penanganan yang cepat adalah segera mendinginkan area luka bakar sesegera mungkin, menundanya hingga dilakukan penanganannya sampai di puskesmas atau rumah sakit membuat luka bakar menjadi lebih parah. Sedang yang dimaksud penanganan yang tepat adalah mendinginkan area luka bakar dengan air dingin(bukan air es), orang sering salah mendinginkan daerah luka bakar dengan kecap, pasta gigi, madu, dll.

Kenapa hanya air? Karena penggunaan selain air pada luka bakar yang lebih dari kemerah-merahan, cenderung kehitam-hitam, akan menghasilkan gelembung. Sehingga ketika digunakan kecap/madu/pasta akan memperparah jaringan dibawah kulit dan menyulitkan untuk perawatannya(membersihkannya). Memang kalau hanya kemerahan bisa digunakan madu, kecap atau pasta. Tapi yang terbaik adalah air.
Berikut cara mengobati luka bakar:
Segera dinginkan daerah yang terbakar dengan air dingin selama + 20 menit. Jangan menyemprotkan luka bakar dengan air yang bertekanan tinggi, biarkan air mengalir di atas daereh yang terbakar selama Anda bisa. Luka bakar ringan dapat didinginkan dengan air keran di wastafel. Jangan gunakan es untuk mendinginkan luka bakar. Es dapat menyebabkan serangan dingin yang sangat cepat bila digunakan pada luka bakar karena kulit sudah rusak. Jika harus dibawa ke puskesmas atau rumah sakit, pendinginan dengan lap basah yang bersih dapat dilakukan.

Luka bakar harus dirawat di rumah sakit jika mengakibatkan kulit kehitaman dan muncul gelembung di kulit, di daerah wajah, kemaluan, semua kaki dan tangan, daerah di badan. Harus dirawat di rumah sakit karena luka bakar pada kategori ini dapat mengakibatkan syok karena rasa nyeri yang sangat akut dan berat, serta luka bakar yang terbuka kulitnya cenderung mengakibatkan terjadinya infeksi, Sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Luka bakar ringan dapat diobati dengan salep luka bakar. Salep harus yang bisa larut dalam air. Jangan memecahkan gelembung luka bakar, biarkan gelembung terserap dan hilang dengan sendirinya. Memecahkan gelembung hanya akan membuat luka jadi terbuka dan bisa terjadi infeksi sekunder. Lanjutkan pendinginan dengan air untuk membantu meredakan rasa sakit.

Pereda Nyeri: Ponstan dapat digunakan untuk meredakan nyeri luka bakar ringan (biasanya kemerahan saja). Jika nyerinya lebih kuat, hubungi dokter atau pergi ke puskesmas





Dengan Lidah Buaya Ternyata Bisa Untuk Mengobati Luka Bakar
Sekecil apapun, luka akan meninggalkan bekas bila sudah terinfeksi. Penyebaran infeksi tersebut adalah melalui air, debu dan kotoran, dimana ketiga hal ini mengandung bibit penyakit . Luka yang terinfeksi biasanya akan merah meradang, bahkan akan melepuh bila lukanya tergolong berat, dan yang paling fatal kulit akan menjadi gosong sehingga meninggalkan bekas.
Penanganan luka bakar berbeda dengan luka yang lainnya. Kesalahan terbesar yang ada sampai saat ini adalah anggapan bahwa mengobati luka bakar dengan mengoleskan odol merupakan sebuah solusi. Padahal itu sama sekali bukan solusi, bukan penanganan yang tepat. Itu hanya akan memperburuk keadaanluka anda. Dijamin, luka anda bakal melepuh dan akan lama untuk pulih kembali.
Kita tahu bahwa lidah buaya (aloe vera) adalah tumbuhan yang kaya akan khasiat sebagai obat,kesehatan, juga untuk kecantikan. Lidah buaya terbukti mengandung zat-zat penting seperti vitamin A, B1, B2, B3, B21, C, E, kolin, inositol, dan asam folat. Namun apakah anda sudah tahu? Aloe vera / lidah buaya bisa juga dipakai untuk mengobati luka bakar seperti terkena knalpot, terkena minyak goreng panas, terkena sinar matahari yang terlalu lama, tersiram kuah panas, dan lainnya.

Bagaimana caranya? Sangat mudah!
1.      Ambil lidah buaya. Kita kupas kulit luar lidah buaya, buang. Karena yang berguna untukpengobatan luka bakar ini adalah bagian dagingnya (yang bening). Alternatif lain adalah dengan cara menumbuk buah lidah buaya tadi.
2.      Tempelkan lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya ke bagian kulit anda dimana terdapat luka bakar. Untuk luka yang kegosong- gosongan akibat terkena sinar matahari, caranya sama. Tinggal oleskan saja dibagian yang dianggap gosong.
3.      Tunggu sampai lukanya tidak melepuh
4.      Jika sudah, lepas dan bersihkan lidah buaya dari kulit anda sampai bersih
Demikian salah satu cara untuk mengobati luka bakar agar tidak berbekas. Ke empat langkah diatas tidak termasuk untuk luka bakar yang mengenai bagian tubuh secara meluas. Bilahal ini terjadi, maka memerlukan perawatan Rumah Sakit. Ingat, jangan gunakan odol!
Luka Bakar Jangan Diolesi Odol atau Minyak
http://images.detik.com/content/2009/12/22/763/luka-bakar-(traumanotes)-dalam.jpg
Luka bakar bisa terjadi dimana saja mulai dari terciprat minyak goreng hingga tersiram air panas. Banyak yang memakai odol atau minyak untuk mengobatinya tapi ternyata cara itu salah. Bagaimana cara mengatasi luka bakar yang benar?
Kulit yang terkena luka bakar biasanya terasa panas dan seperti orang melepuh sehingga menimbulkan rasa tak nyaman di badan.
Masyarakat awam seringkali mengobati luka bakar dengan mengoleskan odol, margarin atau minyak. Padahal hal tersebut tak diperbolehkan, karena itu bukanlah pilihan yang benar.
“Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk mengobatinya,” ujar Elsya Ovihardini, Asisten Trainer Medic One dalam acara Live Saver CPR Competency di Wisma GKBI, Jakarta, Selasa(22/12/2009).
Elsya menambahkan saat terjadi luka bakar maka jaringan kulit akan rusak, pengobatan yang paling baik adalah cukup dialirkan dengan air saja.
“Jika diolesi dengan odol atau margarin maka bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh dan juga bisa menghambat petugas medis untuk mengobati,” tambahnya.
Bila luka bakar yang dihasilkan kecil misal hanya terciprat minyak goreng, maka setelah luka dibersihkan bisa diolesi dengan salep bakar disekitar kulit yang terbakar. Tapi jika lukanya besar misal tersiram air panas maka setelah dibersihkan harus dibawa kerumah sakit.
Sekali lagi, jika terjadi luka bakar hindari menggunakan odol atau margarin. Tapi cukup bersihkan dengan air mengalir saja.
sumber: detikhealth
 Khasiat Utama Lidah Buaya http://www.bundakonicare.com/0_themes/bunda1/images/sulur_03.jpg
Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, Khasiat lidah buayamasyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.
Dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.
Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa kegunaan lidah buaya bagi tubuh manusia:
A.    Sebagai antiinflamasi, lidah buaya dapat membantu mengatasi luka bakar, digigit serangga atau masalah pencernaan. Hal ini bisa diperoleh dengan cara meminum lidah buaya sebagai pengobatan secara internal. Jus lidah buaya dipercaya dapat membantu mencegah konstipasi dan melancarkan saluran pencernaan. Minuman ini dibuat dari gel yang dihasilkan oleh lidah buaya.
B.     Sebagai penyembuh luka, lidah buaya membantu untuk mengembalikan jaringan kulit yang luka. Untuk kegunaan ini biasanya dengan menggunakan gel lidah buaya yaitu bagian berlendir yang diperoleh dengan menyayat bagian dalam daun setelah eksudat dikeluarkan, yang juga digunakan untuk membantu mengatasi masalah eksternal seperti masalah pada kulit, mulai dari luka bakar, jerawat hingga masalah kulit akibat gigitan serangga.
C.     Sebagai antioksidan, sehingga dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan mem­bantu mencegah penyakit degeneratif.
D.    Kosmetik.Mengingat kandungannya yang cukup lengkap, lidah buaya banyak dipergunakan pada berbagai produk kosmetik, seperti krim, lotion, atau sabun. Kandungan lidah buaya di dalam produk kosmetik tersebut membantu meningkatkan kadar oksigen yang be'rguna bagi kulit, membantu menguat­kan jaringan kulit sehingga tidak mengendur, serta mem­bantu mencegahpenuaan dini.
E.     Secara tradisional, lidah buaya digunakan untuk menyuburkan rambut dengan cara memotong daunnya kemudian mengoleskan getah yang keluar (eksudat) langsung di kulit kepala secara berkala. Setelah itu baru dibersihkan dan dibilas.
Tanaman lidah buaya mempunyai bentuk fisik yang elok, tak salah jika banyak orang menanamnya sebagai tanaman hias penyemarak taman. Kini lidah buaya semakin populer, tak hanya manfaat untuk kesehatan maupun kecantikan yang terus diteliti. Gel atau daging dari pelepah daun ternyata juga lezat untuk dikonsumsi.







BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A.  KESIMPULAN
Jadi dari kebiasaan budaya yang di lakukan dari kasus di atas penanganan dalam luka bakar kurang tepat sebab odol bisa menyebabkan iritasi kulit karna odol mengandung zat-zat yang kurang baik bagi kulit, walau pada saat pertama luka bakar di kasi odol rasa nyeri hilang tetapi efek pada ujung penyembuhan akan menjadikan pemulihan kurang sempurna. Dan luka bakar harus di sembuhkan dengan obat yang sesuai.

B.  SARAN
1.      Untuk yang membaca makalah ini saya ucapkan terimakasi dan saya mengharapkan pemahan konsep dari isi makalah ini.
2.       Setelah membaca makalah ini diharapkan kita sama-sama bisa memberi tahukan ke pada masyrakat yang masih melakukan kebiasaan lama.
3.      Makalah ini jika ada kekuranagan pembaca mohon member tambahan dan keritik.













DAFTAR PUSTAKA :

Donna D.Ignatavicius dan Michael, J. Bayne. (1991). Medical Surgical Nursing. A Nursing Process Approach. W. B. Saunders Company. Philadelphia. Hal. 357 – 401.
Engram, Barbara. (1998). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. volume 2, (terjemahan). Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Goodner, Brenda & Roth, S.L. (1995). Panduan Tindakan Keperawatan Klinik Praktis. Alih bahasa Ni Luh G. Yasmin Asih. PT EGC. Jakarta.

Guyton & Hall. (1997). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Penerbit Buku Kedoketran EGC. Jakarta

Hudak & Gallo. (1997). Keperawatan Kritis: Pendekatan Holistik. Volume I. Penerbit Buku Kedoketran EGC. Jakarta.

Long, Barbara C. (1996). Perawatan Medikal Bedah. Volume I. (terjemahan). Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Pajajaran. Bandung.

1 comment: