Infeksi saluran kemih
Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
Infeksi saluran
kemih (ISK) adalah
infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih. ISK merupakan kasus yang
sering terjadi dalam dunia kedokteran. Walaupun
terdiri dari berbagai cairan, garam, dan produk buangan, biasanya urin tidak
mengandung bakteri. Jika bakteri menuju kandung kemih atau ginjal dan
berkembang biak dalam urin, terjadilah ISK. Jenis ISK yang paling umum adalah
infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis. Gejala yang dapat
timbul dari ISK yaitu perasaan tidak enak berkemih (disuria, Jawa: anyang-anyangen).
Tidak semua ISK menimbulkan gejala, ISK yang tidak menimbulkan gejala disebut
sebagai ISK asimtomatis.
Daftar isi
ISK dapat
disebabkan oleh kebiasaan yang tidak baik (kurang minum, menahan kemih),
kateterisasi, dan penyakit serta kelainan lain. serta berhubungan dengan gonta
ganti pasangan..yang kita tidak tau juga kalau pasangan itu membawa bakteri
dari pasangan lain. terutama kalau sitem ketahanan tubuh sudah berkurang, apa
saja jenis bakteri akan sangat gampang sekali masuk ke dalam tubuh selain gaya
hidup yg kurang sehat terlalu banyak mengkonsumsi vitamin c dosis tinggi, dan
mengkonsumsi kopi manis, dan susu sebagi pemicu terjadinya ISK karena urine yg
melewati saluran kemih mengandung asam urat sehingga hal ini dapat memicu
terjadinya batu ginjal pada saluran kemih yg dapat menyebabkan peradangan pada
saluran kantung kemih.
ISK dapat
dicegah dengan banyak minum dan tidak menahan kemih, sebagai upaya untuk
membersihkan saluran kemih dari kuman. Bagi penderita ISK, kedua hal tersebut
lebih ditekankan lagi karena ISK dapat menimbulkan lingkaran setan. Penderita
ISK dengan disuria cenderung untuk menahan kemih, padahal menahan kemih itu
sendiri dapat memperberat ISK.seyogyanya banyak mengkonsumsi air minum 8 gelas
sehari atau 2,5liter dalam sehari sehingga dapat mengurangi resiko terkena ISK.
Untuk
mengurangi risiko ISK pada kateterisasi, perlu kateterisasi yang tepat. Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam kateterisasi antara lain jenis kateter, teknik
dan lama kateterisasi.
Macam ISK
antara lain:
Berdasarkan
adanya gejala sistemik, ISK primer dibagi menjadi dua:
- ISK lokal, diterapi dengan antibiotika lokal.
- ISK dengan gejala sistemik, diterapi dengan antibiotika sistemik. Antibiotika yang sering digunakan yaitu amoksisilin.
ISK ini
merupakan akibat dari penyakit atau kelainan yang lain. ISK berulang merupakan
pertanda dari ISK sekunder, karena penanganan ISK yang tidak tepat.
Penatalaksanaan ISK sekunder sesuai dengan penyebab ISK tersebut. Penyebab ISK
sekunder biasanya adalah obstruksi saluran kemih (seperti batu saluran kemih,
pembesaran prostat, dan striktur uretra).
No comments:
Post a Comment